kini Facebook Telah Menghapus sebanyak 3.2 Juta Akun Palsu

Kini di kabarkan Perusahaan Raksana Facebook telah menghapus 3.2 juta mengguna Akun Palsu pada bulan April sampai dengan bulan September 2019 ini , mengenai akun palsu ini tersebut sangat banyak mengunggah foto – foto ataupun Vidio uang telah mengundang unsur – unsur kekerasan pada Anak dan buduh diri.

Di Angka tersebut sudah mencapai dua kali lipat dibandingkan Priode sama dengan di tahun lalu sekitar 1.55 juta akun palsu di hapus juga,deteksi proaktif terhadap konten yang telah melanggar masih sangat rendah di seluruh Katagory Instagram , dibandingan melalui Aplikasi utama di Facebook,dan di mana Perusahaan itu pada mulanya terapkan sangat banyak alat deteksi.

sebagai Contoh Perusahaan ini telah mengatakan secara Proaktif dan telah mendektesi konten – konten yang telah berafiliasi dengan organisasi sebanyak 98.5% waktu di facebook 92.2% dan waktu di Instagram.

Kini Facebook telah menghapus akun palsu sebanyak 11.6 juta konten yang tekag menggambarkan anak tanpa busana dan telah eksploitasi dengan hal seksual pada anak anak berserta 754.000 konten di Instagram

Penegasan hukum ini sangat Khawatir jika rencaa Facebook akan memberikan Privasi yang sangat besar kepada pengguna Facebook dengan mengenkripsi layanan perusahaan akan menghambat agar untuk memerangi kekeran untuk anak-ank.

DI bulan lalu seorang Direktur FBI Christoper Wray mengatakan bahwasannya perubahan yang akan di lakukan untuk mengubah Platfrom tersebut ini menjadi ” mimpi” yang akan menjadi kenyataan untuk semua Predator anak – anak.

Dan tidak hanya itu kini Facebook telah menambahkan Data -Data tetang tindakan yang diambil oleh konten yang mengandung unsur yang akan melukai diri sendiri untuk pertama kalinya dalam laporan tersebut.

Tidak hanya itu seorang Herbath juga mengatakan jika sangat banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab telah menggunakan nama akun palsu untuk meyebarkan hoaks dan ujaran kebencian.

Maka sebab itu kini Facebook memanfaatkan kecerdasan buat untuk mendeteksi perilaku penyimpangan di saat ada akun baru yang didaftarkan.

contohnya , Harbath mengatakan jika seseorang baru saja membuat akun baru dan dia menambahkan siapapun ke dalam daftar pertemanan nya , dan membuat sangat banyak Grup dan mengunggah banyak unggahan di Grup yang telah dibuatnya.

” Menghapus akun-akun palsu yang mencoba mengatur narasi di publik bisa menurunkan peredaran jumlah hoaks yang sangat banyak , dan kami juga sedang berkerja sama dengan beberapa pihak untuk melakukan identifikasi berita-berita palsu ungkap Harbath “

Tulisan ini dipublikasikan di SosMed dan tag , . Tandai permalink.